Ups.. Salah jadwal? :s

Waktu ku di Korea tinggal seminggu lagi. Novelku berjalan dengan baik. Tinggal menulis penyelesaian konflik dan ending saja. Hal itu ingin kubahas bersama Hyeon dan Mai karena aku menjanjikan hal itu dengan mereka.

Kringg Kringg

Aku mengangkat handphoneku. Dari nomornya itu nomor privat.

“Moshimoshi?” Tanyaku sopan.

“Apa itu?” Tanya seseorang bersuara halus dengan bahasa Korea. Suara yang ingin sekali kudengar belakangan ini. Jun.

“Oh kamu, tadinya kupikir orang Jepang.” Ucapku berusaha mengendalikan senyum yang merekah di wajahku.

“Ohh.. Ok,,” Balasnya pelan lalu hening. Keheningan itu membuatku tertawa pelan.

“Jadi ada apa meneleponku?” Tanyaku ringan.

“Kami ingin mengetahui kapan noona pulang, kami ingin membuat pesta perpisahan kecil-kecilan.” Ucap Jun polos dengan suara lembutnya.

“Minggu depan jam delapan pagi aku sudah berada di pesawat.” Jawabku sambil tersenyum.

“Cepat sekali.. Aku disuruh menjemputmu, kita merindukanmu.” Ucapnya lagi.

“Tidak usah, aku kesana saja tidak apa-apa.” Balasku cepat-cepat, mereka punya jadwal yang padat aku tak ingin menganggu.

“Aku sudah di depan pintu hotelmu noona, masa kamu masih ingin sendiri? Rae jahat.” Ejeknya terdengar mengambek. Aku setengah kaget membukakan pintu hotel untuknya. Betul saja, ia berdiri disana dengan topi dan hoodie untuk menutupi rambutnya yang berwarna merah. Mau tak mau aku tersenyum.

“Kalian tidak sibuk?” Tanyaku sambil menutup pintu setelah ia masuk.

“Lumayan sih, dua hari sebelum noona pergi kami ke Jepang untuk jumpa fans disana. Lalu ke Amerika dua hari kemudian saat noona sampai di Jepang. Kami cukup sibuk juga kira-kira.” Ujarnya panjang lebar seakan bicara sendiri. Aku hanya tersenyum.

Setelah berganti baju aku mengikutinya ke JL -tempat mereka latihan- Saat aku masuk mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius dengan manajer derta CEO mereka.

“Rae-ssi ohayou. Jun baguslah kau sampai, kita sedang membahas suatu hal yang penting.” Ucap CEO dengan serius.

Keberangkatan mereka ke Jepang dipercepat dua hari lagi dan itu berarti waktuku bersama Jun semakin berkurang eh bersama Vagels.

Hari ini Jun dan Keito mati-matian latihan melatih dua lagu yang akan mereka bawakan berdua. Kedua lagu itu belum siap sama sekali dan waktu mereka tinggal tiga hari.

Sementara Jun dan Keito berlatih lagu mereka, Zac, Lee, Raven, dan Shin melatih dance mereka lagi. Cover dari idol band lain. Mereka bahkan menolak makan siang. Aku memesan makanan untuk mereka sejak tadi dan sudah menitip pesan pada resepsionis dibawah agar membawanya ke atas. Tapi makanan itu belum kunjung datang juga.

Disaat itu juga pintu terbuka sedikit, tidak ada yang menyadarinya kecuali aku. Seorang satpam mengantarkan makanan padaku. Aku berterimakasih dan memberinya sejumblah tip.

Aku menaruh makanan itu di ujung ruangan, masih bingung bgaimana cara menyuruh mereka makan. Bagaimanapun aku merasa tidak enak menganggu mereka.

Hampir satu jam kemudian barulah mereka berhenti menari dan duduk di lantai. Sedangkan Jun dan Keito masih belum berhenti bernyanyi.

“Tadi gerakan kita kurang sync di bagian 3” Ucap Zac setelah menegak habis sisa air minumnya.

“Dan saat masuk ke bagian 4 sangat kacau. Bagian pertama dan kedua sudah bagus.” Timpal Raven.

“Bagian 5 sampai akhir juga kacau semua. Padahal latihan pertama hanya kacau di bagian 6 kebelakang.” Balas Zac lagi.

Aku memberanikan diri mendatangi mereka.

“Kalian tidak ingin makan? Kalian belum makan siang..” Tanyaku pelan dan ragu.

“Sebetulnya kami malah belum sarapan.” Zac memberikan tanda V dengan jarinya sambil tersenyum.

“Yaa! Kalian sudah gila. Kalian harusnya makan dulu sebelum latihan tau!” Bentakku sambil berkacak pinggang.

“Hoohh… Senangnya ada yang memperhatikan kami.” Canda Raven diikuti Lee sambil tertawa. Aku memutar mataku dan menunjuk ke kantong plastik makanan.

“Aku sudah membelikan kalian makanan, mungkin sudah dingin sekarang tapi sebaiknya kalian makan sebelum aku mendapati kalian jatuh pingsan disini.” Ujarku cepat sambil berpindah ke ruang menyanyi yang ditempati Jun dan Keito.

“Jun? Keito?” Panggilku.

“Ya?” Jawab mereka hampir bberbarengan. Keduanya menatapku.

“Kalian butuh makan, aku sudah beli makanan untuk kalian.” Ucapku tetap pelan dan membuka pintu lebar-lebar untuk mereka. Mereka bersemangat keluar dan berkumpul di dekat yang lainnya. Mereka makan di tengah ruangan.

“Kalian tidak boleh lupa sarapan atau makan siang tau.” Ujarku lembut dan pelan.

Zac mengangguk-angguk, “Seharusnya noona menjadi manajer kami. Arigatou gozaimasu.” Ucapnya mencampur bahasa Korea dengan Jepang.

“Arigatou!” Ucap yang lainnya hampir bersamaan. Raven bahkan mengancungkan jempol untukku. Aku jadi merasa malu sendiri dan akhirnya keluar dengan alasan ingin membeli minum.

Aku berjalan supermarket terdekat, 5 menit jalan kaki, membeli beberapa botol air mineral tidak dingin dan kembali ke JL. Saat aku masuk mereka sudah mulai berlatih lagi.

Aku menaruh setengah botol minuman itu di tempat dekat botol botol minuman mereka yang hampir kosong. Setelah itu
menaruh setengahnya di ruangan Jun dan Keito. Karena suara mereka aku akhirnya tertarik untuk mendengarkan mereka.

Mereka menyanyikan salah satu lagu bernada tinggi karya Beyonce dan satu lagi lagu lama Jepang karya Utada Hikaru.

Kriingg Kriingg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s