Masalah di Rumah… Lagi.

Aku langsung menjawab teleponku dan beranjak keluar dari ruangan itu. Lalu berlari lagi keluar dari ruang latihan mereka.

“Moshimo–”

“Keadaan kacau parah, Leon mengklaim kamu memanglah kekasihnya! Apa-apaan ini?!” Teriak Momo-san frustasi kepadanya setelah memotong ucapannya.

“APA?!” Bentak Rae lalu berjalan ke kamar kecil terdekat dan masuk ke salah satu biliknya sambil mendengarkan Momo-san.

“Karena berita begitu ribut, Leon akhirnya membuat konferensi pers yang menyatakan kalian memang kekasih! Katakan padaku itu tidak benar Kang Hwa Rae.” Ujar Momo-san seakan menuduhku.

“Tentu saja TIDAK!” Ia menekankan kata tidak, lalu melanjutkan.

“Aku tidak bertemunya, menghubunginya tau apapun selama dua minggu. Bagaimana mungkin aku pacaran dengannya? Atas dasar apa ia berkata aku kekasihnya? Di depan seluruh media pula!” Bentakku tidak kalah kesal dengan Momo-san.

“APA?!” Teriak Momo-san.

“Jadi dia menyebarkan kabar palsu?!” Tanya momo-san lagi.

“YA!” Teriakku emosi dengan sedikit pelan.

Klik.

Sambungan itu diputus begitu saja. Aku setengah kesal mengirim sms pada Hye Jin.

“Are you crazy? Sejak kapan kita jadian?? Jangan bikin gosip! Saya bisa tuntut kamu atas nama pencemaran nama baik!” Tulisku dan langsung mengirim pesan itu pada Hye Jin.

Aku juga mengirim pesan untuk Jun dan Zac bahwa aku harus pulang karena insiden mendadak. Di dalam bus sebuah sms datang, dari Hyeon.

“Eonni, semua itu salahku! Gimana nih?? Aku gatau akan jadi sebesar ini….” Ucap Hyeon.

Tanpa pikir panjang aku meneleponnya.

“Moshimoshi…” Jawab Hyeon lemah.

“Maksud kamu apa?” Tanyaku menahan amarah karena masih berada di bus.

“Jadi gini.. Aku bingung gimana jelasinnya..” Ucap Hyeon lemah. Ada sesuatu yang Hyeon sembunyikan dariku.

“Tunggu sampai aku sampai di hotel.” Ucapku masih menahan amarah.

Sepuluh menit kemudian aku sudah dalam jalan menuju hotelku. Lima menit jalan kaki dan aku sampai di dalam lobby. Menghiraukan sapaan resepsionis aku menelepon Hyeon.

“Moshimoshi…”

“Jelaskan. Sekarang.” Perintahku tegas. Aku betul-betul kesal.

“ ….Jadi, dua minggu yang lalu aku minjem handphone Leon-san…… Terus ….. aku kirim sms ke … eonni. Terus ….. aku bales … pake handphone eonni….” Ucap Hyeon pelan sekali. Membuatku kehabisan kesabaran.

“Sms apa yang kamu kirim?” Tanyaku setengah membentak. Aku sudah berada di kamar hotelku sekarang.

“Apa kamu …. mau menjadi … kekasihku.” Jawab Hyeon takut-takut.

“APA?!”

Hyeon menceritakan caranya melakukan kejahilannya, memberitau Hye jin bahwa dia benar-benar bahagia, handphonenya mati karena rusak, lalu tiba-tiba gosip itu membesar.

Klik.

Aku mematikan handphoneku. Aku butuh waktu untuk menenangkan diriku sendiri. Waktu untuk sendiri. Setelah lima menit mondar mandir disekitar kamar aku akhirnya memutuskan untuk menelepon Momo-san saja.

“Moshimoshi..”

“Jadi aku harus gimana?” Tanyaku dengan suara serak, bahkan hampir menangis.

“Tenangin diri kamu dulu. Kamu bisa bikin konferensi pers setelah kamu kembali ke Jepang. Tapi kamu harus tenang, jangan emosi. Pertanyaan mereka bisa balik nyerang kamu.” Kali ini Momo-san berusaha menenangkannya. Suara wanita itu pelan dan lembut.

Klik.

Aku mematikan panggilan itu. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku berjalan ke kamar mandi. Mungkin airnya bisa menenangkan pikiranku yang kusut.

Sehabis mandi aku tidak merasa ketenangan itu cukup. Aku selalu merasa gelisah dua kali saat aku tau aku gelisah. Sebuah penyakit mental mungkin. Aku memesan cokelat hangat dan kue coklat. Coklatlah yang sering membantuku melewati perasaan gelisah.

Setelah coklat-coklatku datang aku mencari musik menenangkan di handphoneku, lalu aku menyadari ini bukan handphoneku yang dulu. Bukan Iphone kesayanganku. Aku menyesali kenapa aku tidak memilih gadget yang bisa dimasukkan memorycard saja.

Setelah coklat mulai berkerja, aku merasa tenang. Aku mengambil posisi nyaman untuk tidur. Inilah yang dimaksud Momo-san dengan menenangkan diriku sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s