Here I am!

Korea. Seoul. Akhirnya aku sampai juga di kota ini. Huftt… Sudah berapa tahun aku meninggalkan tempat ini? Waktu itu Desember 19XX aku berumur 17 tahun. Sekarang sudah 26 tahun.. Berarti 9 tahun? Aaa… Gilalah lama sekali

Saat aku sampai waktu sudah menunjukan pukul tujuh lebih. Sepanjang jalan menuju hotel aku melihat banyak sekali banner-banner para k-pop idol. Benar kan mereka disebut seperti itu? Hmm.. Aku tidak tau.

Aku sudah bertanya pada Momo-san kenapa ia memilih Korea. Jawabnya?

“Habisnya kalau disini kau sudah terkenal, sekali-sekali aku ingin melihatmu yang tidak perlu berakting di depan pada readers-mu.” Jawabnya waktu itu.

Aku tidak mengerti, apa salahnya berpura-pura ceria di depan mereka (readers) toh menurutku biarpun mereka terkadang menganggapku lebih dari aku yang sebetulnya, bukankah mereka terlihat senang? Apa aku salah ingin membuat mereka senang?

Sepanjang perjalanan ke hotel aku terus memikirkan hal itu. Tanpa sadar aku sudah berada di depan lobby. Aku segera keluar sambil membayar taksi itu. Aku berjalan sedikit terburu-buru ke atas. Ada sesuatu yang perlu ku tulis di dalam novelku.

Tiga jam kemudian aku berhasil membuat prolog + beberapa ratus kata di novelku. Dan dengan senang hati menghapus catatan sebelumnya. Aku segera mengetik sms untuk hyeon dan Momo-san. Hanya untuk mengabari aku sudah sampai. Walaupun sudah lewat tiga jam, tak apalah. Mereka pasti mengerti.

Malam itu, walaupun tidak mabuk aku memimpikan si ketua kelas. Sama seperti mimpi sebelumnya, ditengah padang gurun dengan baju sekolahnya. Lalu setelah berjalan cukup lama, akhirnya aku menjangkaunya. Memeluknya erat, dan terbangun.

Sinar matahari berhembus dari balik tirai di jendela. Pemandangan keluar memang indah, tapi aku tidak mood untuk memandangi pemandangan. Aku akan segera menemui idol-idol bimbingan (atau pembimbing) ku hari ini, pagi ini. Dan aku tidak ingin membuat mereka menunggu.

Oh iya, karena aku tidak berniat membuat fanfic jadi lebih baik nama boyban ini kusamarkan menjadi VAGEL. Alasannya adalah karena video clip mereka sempat mengangkat tema vampire dan angel. Hoohh… Jangan menebak siapa mereka. Aku ingin menjaga privacy.

Waktu aku datang aku melihat lima pria sedang menari-nari tidak jelas di ruangan practice mereka. Saat aku masuk mereka berlima menyapaku dan aku menyapa balik. Seorang pria datang dari ruangan lainnya dan ikut menunduk tanpa berkata apapun.

“Ahahah… Itu manajernya?” Tunjukku pada pria yang muncul terakhir. Aku menunduk formal padanya.

“Maaf sekali saya menganggu kalian berlatih, nama saya Kang Hwa Rae.” Ucapku sambil tersenyum tipis.

“Tidak, tidak. Saya leader Zac. Dan manajer kita sedang tdak ada disini, dia Jun.” Ucap pria yang paling pendek diantara mereka (dia tetap tinggi) sambil tertawa kecil.

“Ohh.. Maaf.” Ucapku pelan sambil membungkuk pada Jun. Pria itu hanya mengangguk dan kembali duduk di sofa.

“Kami tidak sedang latihan, tadi itu hanya iseng-iseng saja. Saya Raven.” Ucap pria bertopi melanjutkan.

Diikuti dengan perkenalan tiga member lainnya, Shin, Keito, dan Lee. Dan diatara mereka, aku menyadari satu hal. Pria bernama Jun sangat berbeda daripada yang lainnya, sangat tidak cocok. Dan mereka (selain Jun) sangat suka berfoto. Aku tersenyum beberapa kali melihat kegilaan mereka, sedangkan Jun hanya duduk di ujung sambil mengikuti musik yang ia mainkan di headsetnya.

Jujur saja, aku tidak percaya ketika melihat latihan mereka. Betapa ekspresifnya Jun saat menari, bernyanyi, dan ia berusaha menunjukkan yang terbaik. Aku kagum, terkesan, dan entahlah, kaget?

Aku menonton mereka sepanjang latihan, beberapa kali kesalahan-kesalahan kecil terjadi. Lalu mereka berhasil melakukannya tanpa kesalahan sedikitpun. Dan itu hanya dalam satu jam. Refleks aku bertepuk tangan. Mereka tersenyum dan berterimakasih. Sementara aku mencatat di handphoneku. Ya, aku tidak boleh lupa mencatat hal-hal kecil diantara mereka.

Setelah itu mereka berlatih secara invidual di ruangan terpisah. Aku hanya menonton dari luar karena mereka tampak sangat serius. Mulai dari Zac yang terus-terusan membuat lambang V dan tersenyum manis sambil melatih suaranya. Aku merasa tidak enak terus-terus menontonnya dan berpindah ke Raven yang seruangan dengan Keito. Ternyata Raven sedang nge-rap dan Keito menemaninya sambil sesekali memberikan beatbox. Mereka sempat melambai sebelum akhirna pamer suara mereka. Aku bertepuk tangan dan berjalan menonton Lee dan Shin.

Mereka tampak sangat serius sambil dan tidak menyadari kehadiranku. Karena itu aku juga sedikit bersembunyi. Waktu mereka mulai istrahat barulah mereka menyadariku. Dan aku melambaikan tangan dan bergerak ke ruangan terakhir, Jun. Seperti ruangan lainnya aku bisa mendengar suaranya yang menakjubkan dari luar. Ketika menyadari keberadaanku ia berhenti dan memandangku. Aku balik memandangnya biasa saja. Maksudku, kenapa ia berhenti?

Ia berjalan ke arahku dan membuka pintu. “Jangan menontonku.” Ucapnya sangat pelan dengan suaranya yang pertama kali kudengar. Aku menyukai suara itu, menakjubkan.

Kami saling menatap untuk beberapa detik. Ia seperti berusaha menjauhiku tapi saat itu aku berharap ia akan bicara lebih banyak. Namun Zac tiba-tiba menepuk pundakku dari belakang.

“Rae-ssi! Are you charmed by Jun too?” Tanya Zac dengan bahasa inggris yang aneh. Aku menggeleng dan tertawa.

“Tidak, aku hanya menunggunya untuk mengatakan sesuatu sebab matanya seperti ingin mengatakan sesuatu.” Jawabku jujur.

“Aaa~ Ok ok ini sudah jamnya makan siang, ayo makan. Aku baru akan memanggil yang lainnya.” Ucap Zac seakan berusaha mengganti topik. Aku dan Jun menggangguk bersamaan. Tapi aku berusaha mengabaikan hal itu.

Lunch siang itu aku berpisah makan dengan mereka di sebuah restoran. Mereka bersemangat sekali dan beberapa kali tertawa (kecuali Jun) karena setiap dari mereka (kecuali Jun) selalu ingin membuat member lainnya tertawa.

Tapi aku yang tidak begitu mengerti apa yang mereka tertawakan, aku iri pada Jun yang bisa bersikap seakan ia tidak mendengar joke itu lucu dan ia tidak perlu tertawa. Sedangkan aku harus tertawa, lucu atau tidak, tetaplah tertawa. Aku sempat bertemu pandang dengannya sekali. Ia langsung memalingkan wajah saat itu. Aku pun sama.

Setelah makan siang aku kembali ke hotel. Alasan Momo-san sudah invalid karena aku tetap harus berpura-pura di depan mereka. Momo-san, kau gagal.

Sepanjang siang itu aku kembal mengetik. Aku sudah memutuskan karakter yang akan aku ambil dan ku observasi lebih lanjut. Hanya satu orang yang berhasil menarik perhatianku. Jun.
—————x——————x——————-

Keesokan harinya aku tidak kembali melainkan menonton berbagai video tentang mereka di youtube. Mencari fakta tentang mereka dan betapa mereka disukai.

Aku menemukan banyak fakta menakjubkan yang membuatku tertawa, kagum, sedih, kesal, dan banyak sekali. Dan aku mengakui bahwa tanpa sadar aku fokus pada Jun. Karena memang dialah pemeran utama novelku.

Dan untuk menutupi identitas group idol ini aku memutuskan untuk tidak akan membeberkan apapun tentang mereka 🙂

Sorenya aku menyempatkan waktu untuk menonton konser mereka di sebuah mall. Menakjubkan, selain dance mereka sangat keren, fans mereka tidak kalah gilanya. Semua gadis berteriak dan hoohh…. Pengalaman yang sulit dijelaskan.

Intinya, sepanjang hari itu aku mencatat banyak hal. Dan esoknya aku mengetik tanpa henti tanpa keluar dari kamar hotel. Aku berhasil membuat beberapa plot yang menurutku cukup bagus. Dan perasaanku, senang sekali.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s