Korea….??

Sebulan telah berlalu. Cepat sekali memang. Tanpa terasa bulan Agustus sudah i depan mata. Malam ini aku memikirkan segala cara untuk melanjutkan novelku, hasilnya nol besar. Aku tidak menemukan inspirasi apapun untuk novelku yang kali ini.

Dari jauh aku melihat Momo-san yang melambaikan tangan padaku. Aku melambai kecil padanya dan tersenyum. Kami memang berjanji untuk bertemu untuk membahas kesulitanku dalam mendalami peran novelku kali ini haha… Aku yang jarang keluar rumah, menjadi seorang penulis yang kreatif sangat sulit mendalami peranku yang beragam.

“Masalahmu di novel ini hanya itu?” Tanya Momo-san dengan nada bercanda. Ia memang sudah teriasa mendengar masalahku yang selalu sama. Aku hanya mengangguk.

“Yasudah kalau begitu aku kali ini lagi-lagi akan membantumu.” Ucapnya dengan nada serius yang aneh. Jangan suruh aku menjelaskan. Aku tidak tau bagaimana ia bisa mengatakannya dengan nada itu. Lagi lagi aku hanya menggangguk.

“Minggu depan aku akan menyusun jadwal untukmu supaya ke Korea.” Ia memberi jeda sebentar, memperhatikan ekspresiku.

“Disana aku akan memperkenalkan sebuah band, kamu bisa berkerja sama dengan mereka. Dan cobalah memperhatikan kehidupan mereka. Bagaimana?” Lanjut Momo-san setelah aku menunjukan ekspresi datar.

“Tidak.” Jawabku cepat. Aku tidak ingin kembali ke Korea, haha….

“Oh, please. Aku tau kau tidak ingin kembali ke Korea. Demi novel ini oke? Hanya sampai kau berhasil menggarap semuanya. Bagaimana kalau 21 hari? Tiga minggu?” ujar Momo-san memaksa.

“Tidak.” Jawabku tegas.

“Just go would you?” Paksa Momo-san kesal. Wanita yang berusia 30 itu bangkit dan mengancamku beberapa kali lalu meninggalkanku sendiri. Aku hanya mengangkat bahu. Mau gimana lagi, aku harus pergi.

Aku pun bangkit dan keluar dari cafe itu dan berjalan kaki sampai rumah. Itung-itung olahraga.

“Hyeon-chan!” Panggilku saat membuka pintu depan.

“Yaa?? Aku di dapur eonni!” Jawab gadis itu dari dalam.

Aku bergegas masuk ke dapur dan duduk di meja makan. Kalau aku tidak ingin ke Korea alasan terakhirku adalah Hyeon-chan. Aku tidak mungkin meninggalkan gadis berumur 20 tahun di rumahku sendirian kan? Bagaimana kalau ia mabuk atau ada pencuri?

“Minggu depan ajaklah Mai-chan menginap disini. Aku akan pergi selama beberapa minggu.” Ujarku berusaha terdengar senormal mungkin.

“Hahh??? EH? KENAPA?” Tanya Hyeon kencang dan menghentikan kegiatan mencuci-nya.

Aku menjelaskan alasanku, novelku yang berjalan mundur, dan deadlineku. Awalnya ia tidak terlihat gembira. Tapi kurasa lama- kelamaan Hyeon mengerti juga. Aku khawatir sih sebetulnya, tapi kurasa Mai bisa dipercaya.

Jadi, aku akan ke Korea? Ya tentu saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s