Kopi vs Handphone

“Rae nee-chan, aku boleh mengundang teman-temanku kesini tidak?” Tanya Hyeon saat mereka sedang makan.

“Tidak.” Jawabku singkat.

“Ayolahh,, mereka tidak nakal kok. Mai-chan gadis feminim yang baik. Kaya juga sangat baik. Pokoknya mereka tidak akan berisik deh.” Hyeon memohon dengan sangat.

“Tidak. Kamu ikut denganku. Siang ini aku akan mencarikanmu beberapa baju. Tapi jangan berharap yang aneh-aneh.” Aku menegaskan lagi dan menyelesaikan makanku.

“Oke.” Ucap Hyeon gembira.

“Sekarang saja deh. Setelah makan, masuklah ke kamarku.” Ucapku meralat kalimatku sebelumnya. Aku menaruh pringku di dish washer.

Aku segera meninggalkannya dan masuk ke kamarku. Setelah mengganti bajuku dengan blus putih dan celana panjang hitam, aku mengambil baggy shirt dan jeans untuk Hyeon. Tak berapa lama Hyeon mengetuk pintu dan tanpa kubalas segera masuk.

“Rae-san?” Ucap Hyeon saat membuka pintu.

Aku menunjuk baju yang terlipat rapi di ranjang sebagai balasan. “Bawalah ke kamarmu. Lima menit lagi kita berangkat.”

“Oke.” Jawab Hyeon.

Setelah Hyeon pergi aku menatap cermin di depanku. Rambutku yang ikal sudah melewati pinggang. Jerawatku mulai berkurang kalau dibanding dulu. Dan aku pun lebih langsing sekarang. Atau malah terlihat kurus?

Sebodolah. Pikirku sambil mengambil tas dan memasukan barang-barangku. Hanya sebuah dompet, bedak dan lipstik, handphone dan note kecil serta bolpoin. Aku berjalan kedepan. Hyeon juga sudah siap. Kami menuju ke sebuah butik.

Aku membeli beberapa dress jalan, beberapa blus, dan beberapa pj’s untuk Hyeon dan aku. Berhubung ukuran kita sama dan Hyeon bersedia memakai baju yang kupilih. Setelah itu kami berpindah ke butik lainnya untuk membeli barang-barang pribadinya. Kedua butik ini langgananku.

Kami sudah kembali ke mobil ketika hari mulai panas. “Ajaklah temanmu belanja, kamu pasti canggung belanja denganku. Hahaha.” Candaku pada Hyeon.

“Ah tidak juga sih hehe. Bagaimana kalau kita ke Harajuku saja?” Ajak Hyeon bersemangat.

“Hm? Harajuku? Aku tidak berani. Bagaimana kalau Shibuya saja? Hubungi temanmu sana. Berkumpul di cafe S saja.” Balasku ringan. Harajuku terlalu muda untukku yang berusia 26 tahun ini.

“Oke.” Jawab Hyeon setuju dengan usulku.
Saat kami sudah berada di cafe aku mengeluarkan handphoneku dan mulai mengetik cerita disana. Sementara Hyeon asik dengan kopi yang dibelinya. Lalu aku merasa tidak enak kalau ikut dengan mereka.

“Hyeon, nomor rekeningmu berapa?” Tanyaku.

“xxxxxxxxxxxxx… kenapa nee-san?” Tanyanya balik.

“hm.. gunakan dengan baik ya.” Ujarku sambil mengirim sejumblah uang padanya. Aku tidak jadi pergi dengan mereka, lebih baik ku kerjakan saja projek ini supaya mereka tidak terganggu.

Hyeon tiba-tiba melambaikan tangan ke arah pintu. Aku berbalik dan melihat seorang gadis yang berjalan ke arah meja kami. Berambut panjang, rok mini dan kemeja see-trough. Gadis ini stylish.

“Main-chan! Ini Rae nee-san. Dia satu jurusan denganmu tiga tahun yang lalu. Nee-san, ini Mai-chan dia jurusan sastra juga.” Ujar Hyeon memperkenalkan kami.

“Hai.” ucap kami hampir berbarengan.

Kami mengobrol sebentar sebelum akhirnya mereka berdua pergi. Aku hendak memesan kue ke counter lalu seorang pria menabrakku. Brak. Kopinya yang dingin membasahi tidak hanya blus putihku dan celanaku, tapi juga handphone yang sedang kupegang.
“Haahh! A..” Aku tidak bisa mengatakan apapun karena kesal. Dia menabrakku dari samping, jadi jelas bukan aku yang salah. Semua orang memandang kami. Untung aku tidak sampai terjatuh.

“Eh..” Pria itu melepas kacamata hitamnya yang besar dan melepas topinya. “Aku sungguh tidak sengaja, maaf ya?” Ujar wajah tampan itu sambil memohon.

“Yaampun! Lihat-lihat dong kalau jalan. Bahkan handphoneku juga kena. Kau gila ya?!” Bentakku pada pria aneh itu. Memangnya minta maaf dengan wajah setampan itu akan mengubah masalah?

“nappeun!” (brengsek) Ucapku tanpa sadar dalam bahasa Korea.

“Mianhamnida.” Jawab pria itu yang juga mengerti bahasa Korea. Sedikit mengejutkan juga mendengarnya membalas dalam bahasa Korea.

Aku menatapnya kesal lalu berbalik meninggalkannya. Tapi tiba-tiba ia menarik tanganku. “Maaf, aku serius. Akan kuganti semuanya jadi ikut aku sebentar ya?Tolonglah demi nama baikku.” Ucap pria itu dalam bahasa Korea.

“Hahhh… Nama baik apa? Memangnya kau itu siapa?! Ini modus kejahatan terbaru, hah?” Jawabku juga dalam bahasa Korea sambil menepis tangannya dengan kasar. Setelah itu, kusadari beberapa orang mulai memotret kami. Bahkan beberapa mengambil video.

“Aku Shim Hye Jin. Sekarang tolonglah, kau juga tidak ingin dipermalukan di publik karena berteriak kan?” Ujar pria itu lagi. Ada benarnya juga sih. Seorang penulis seperti ku adalah model bagi pembaca. Setelah tenang aku menggangguk dan mengikutinya keluar dari tempat itu sementara pria itu tersenyum ramah pada semua orang.

Aku mengikutinya masuk ke mobil putih miliknya. Di dalamnya ada tiga orang lainnya. Satu pria yang menyetir, satu didepan dan saatu lagi di paling belakang mobil. Mereka memandangku bertanya-tanya. “Leon, ini siapa… Dan kenapa?” Tanya seorang wanita yang berada di depan kami.

“Aku menumpahkan kopi ke bajunya.” Ujar pria itu sambil mengacak-acak rambutnya.

“Dan handphoneku. Sudahlah aku tidak ingin lama-lama. Aku hanya ingin agar handphone ku diganti. Dan ini kartu namaku, kalian bisa menghubungiku di jam kerja.” Ujarku sambil mengambil tissue dari tasku dan mengelap tangan serta handphoneku. Dan memberikan wanita itu kartu namaku.

“Maaf, aku permisi. Ada banyak yang harus kukerjakan.” Ujarku sambil tersenyum dan keluar dari mobil itu. Aku tidak begitu menyukai keramaian di sekitar mobil ini.

Setelah keluar aku bergegas ke mobilku yang tidak terparkir begitu jauh. Sesampainya di dalam mobil aku segera mengebut pulang. Sekilas sempat kulihat pria itu diomeli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s